PANAHAN GAYA MATARAMAN

WISATA OLAHRAGA SEKALIGUS SUNNAH NABI

Dari Hatim bin Laits Al Jauhari, ia berkata:” Yahya bin Hammad menuturkan kepada kami, ia berkata: Abu ‘Awwanah menuturkan kepada kami, dari Abdul Malik bin ‘Umair, dari Mush’ab bin Sa’ad, dari ayahnya (Sa’ad bin Abi Waqqash radhiallahu’anhu) ia berkata, Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: ‘hendaknya kalian latihan menembak karena itu permainan yang paling bagus bagi kalian”. (H.R. Bazzar)

Perkataan Kanjeng Rasulullah di atas merupakan sebuah anjuran bagi para pengikutnya bahwa latihan menembak itu perlu sebab menembak adalah permainan yang bagus bagi para pengikutya. Namun perlu diketahui maksud hadits di atas bukan menembak dengan pistol melainkan artinya adalah memanah.

Jemparingan adalah panahan tradisional dari keraton Mataram Jogjakarta, yang tengah digalakkan oleh masyarakat baik tua maupun muda, bahkan sudah ikut dalam kalender Jemparingan Nasional. Bahkan even-even (gladhen) berskala nasionalpun sering diselenggarakan di berbagai daerah.

Pada hari Kamis, 24 Desember 2020 Mahasiswa KKN Situs PAI Unmuh Ponorogo 2020 di Desa Biting Kecamatan Badegan mengadakan acara Pelatihan Jemparingan bekerja sama dengan Bregodo Jemparingan Bangsren Purwantoro Jawa Tengah bertempat di lapangan Desa Biting diikuti oleh santriwati STID Al-Furqon Ponorogo.

Dengan bimbingan dan pendampingan dari pelatih, satu persatu peserta diberi kesempatan untuk praktek dari memegang busur (gendewo), menarik tali busur, membidik dan melepas anak panah, hingga target (bandul), hingga semua peserta yang berjumlah 40 peserta semua mendapat kesempatan untuk mencobanya.

Jemparingan ini bukan hanya olahraga, rekreasi, membidik dan mengenai sasaran (target), tetapi lebih dari itu, manusia berusaha, akan tetapi hasilnya diserahkan padaNya, Begitu arahan yang disampaikan olah narasumber (Pelatih Jemparingan). Lebih lanjut disampaikan bahwa setiap langkah dalam mengambil anak panah baik yang menancap di sasaran maupun tidak merupakan sunah yang mendapatkan pahala, jika semua dilakukan dengan niat ibadah dan ikhlas.

“Kami sangat penasaran, mas.. saya pikir mudah, ternyata membuat poenasaran dan kalau dipikir lebih dalam, olahraga sunnah ini mengasyikkan, selain ada unsur pahala didalamnya, bisa silaturrahmi dan mengenal budaya tradisional kita sendiri” tutur salah satu peserta jemparingan yang berasal dari berbagai daerah ini.

Pelatihan Jemparingan yang dilaksanakan di Desa Biting ini merupakan agenda KKN Situs PAI Unmuh Ponorogo ini bertujuan untuk ikut melestarikan budaya Jemparingan khusus gaya Mataraman, tutur Warko/Bilal ketua KKN Situs PAI Unmuh Ponorogo.

Sebagai tindak lanjut dari membudayakan tradisi sunnah ini, kami akan tindaklanjuti dengan mengadakan gladhen alit (latihan) dengan membuka tempat untuk latihan di desa kami (biting.red). kata Sundoyo selaku penanggungjawab dari tuan rumah.

Semoga budaya tradisonal yang sekaligus olahraga sunnah ini dapat membudaya di segenap pelosok masyarakat, dengan mengedepankan silaturrahmi dan meluruskan niat untuk mendapatkan pahala dari Nya. tentunya melibatkan berbagai pihak dan instansi…..(kimbiting.com)

2 Responses to PANAHAN GAYA MATARAMAN

  1. Bilal berkata:

    Keren….panahan gaya yang beda dengan yang lainnya…semoga selalu jaya…terima kasih untuk semua team yg solid…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *