Masih ada “EMPU” yang tetap exist di Desa Biting

Profesi empu yang mulai jarang ditemukan di zaman sekarang

Masih ingat Empu Gandring salah seorang Pembuat Senjata tajam berupa Keris Empu Gandring…? Tertulis dalah sejarah Kerajaan Singosari diceritakan dalam Buku Pararaton bahwa ada seorang Empu (Mpu) yang sangat mahir dalam pembuatan senjata pusaka atau sebagai alat untuk penjaga diri (sipatkandel), dan banyak lagi hasil karya dan kemahirannya dalam mengolah, melebur dan menciptakan senjata pusaka dari bahan baku besi, seterusnya karya-karya itu diwariskan serta diturunkan kepada pewaris dan penerusnya yang berbakat hingga sampai saat ini.

Pada saat ini diakrenakan perubahan zaman dan budaya, ahli pembuat senjata dengan bahan baku besi yang dilebur, diolah atau ditempa menjadi sesuatu alat/senjata mulai beralih fungsinya, bukan untuk senjata perang atau senjata pusaka, namun hasil karyanya berupa alat pertanian. Saat ini Empu berubah dan beralih sebutan menjadi Pande Besi, yang keahliannya adalah mengolah bahan dasar besi menjadi peralatan untuk bercocok tanam dan alat rumahtangga lainnya seperti cangkul, ganco, linggis, Pisau rajangan tembakau, pisau dapur dsb. itulah Empu atau kita sebut Pande besi.

Jumlahnya pun semakin berkurang di zaman ini, tidak lebih dari 3-4 empu (Pande besi) di wilayah Kecamatan Badegan Sebut saja Bpk. Mikin (48th), seorang Pande Besi yng berdomisili di Desa Biting Kecamatan Badegan kabupaten Ponorogo, sejak berusia 20 tahun dia yang merupakan penerus dan pewaris dari Empu Kromoyadi (Empu yang terkenal di wilayah ini tahun 1975-1980) sudah menekuni profesi ini, dan hasil karyanyapun sudah dirasakan warga dari berbagai daerah, bahkan dari luar wilayah Kecamatan atau provinsi.. Lebih dari 25 tahun profesi ini dia geluti hingga saat ini profesi ini dapat digunakan untuk menghidupi keluarganya.

Bahkan dalam menjalankan pekerjaannya dia dibantu oleh 2-3 anak buahnya, dengan memakai peralatan yang sederhana dengan mengadopsi alat tradisional dan menggunakan teknologi yang modern. seperti alat penyembur udara (blower) dulu memakai pompa tangan , sekarang memakai blower listrik. hal ini sangat membantu dalam menyelesaikan pekerjaannya.

Proses pengolahan bahan dengan sistem tradisional

Profesi ini sangat dibutuhkan sekali oleh masyarakat terutama para petani yang pada saat musim pengolahan tanah dimulai akan sering membutuhkan jasa sang Empu ini, untuk menajamkan Cangkul atau membuat cangkul. untuk itu sangat diharapkan sekali generasi penerus bisa belajar dan mengikuti bahkan mengembangkan profesi ini sesuai dengan perkembangan zaman. Semoga segera lahir Empu-empu dari generasi mendatang. selamat berkreasi (kimbiting.com)

profesi turun temurun yang dapat untuk menghidupi keluarganya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *