Mengenal situs sejarah “Setono Pangonan”

Kimbiting.com. Mempelajari Sejarah Babad Ponorogo, ternyata ada kaitannya dengan situs budaya/sejarah yang ada di Desa Biting Kecamatan Badegan Kabupaten Ponorogo. Situs tersebut adalah Setono Pangonan.

Situs Setono Pangonan berada di perbukitan tepatnya 1 KM sebelah utara Desa Biting, terletak di ketinggian 250mdpl. Situs ini belum banyak diketahui orang banyak, padahal mengandumg unsur sejarah Babad Ponorogo di wilayah barat. Akses Jalan menuju Lokasi inipun sudah bisa dilalui oleh kendaraan roda dua, walau masih harus ekstra hati-hati.

Ada dua petilasan yang terdapat di lokasi situs tersebut, yaitu Makam dan Batu bekas tambatan Kuda. Menurut ,Sekdes Biting Sugianto, Petilasan ini merupakan bukti sejarah babad Ponorogo yang dimulai dari Perjalanan rombongan Raden Batoro katong dan pengikutnya setelah turun dari Padepokan Gunung Lawu menuju Ponorogo, sempat singgah beristirahat di lokasi ini. Raden Batoro Katong memberikan mandat pada Ki Wiryo Sentono (Pengikutnya) untuk menjaga kudanya, maka selanjutnya tempat ini dijadikan tempat untuk mengumbar/Angon Kudanya, dan Batu tempat menambatkan kuda sampai hari ini masih ada di lokasi tersebut.

Menurut Mitos yang berkembang di masyarakat, bahwa situs Setono Pangonan selain mengandung bukti sejarah babad Ponorogo, juga merupakan tempat untuk nenepi (menyendiri) memohon pada Sang Kuasa, agar Hewan Ternaknya bisa berkembang biak dengan baik dan subur. Mitos ini diyakini oleh para peternak baik di dalam wilayah Desa Biting maupun di luar wilayah, bahkan beberapa kali dijumpai beberapa pengunjung dari luar Kabupaten misalnya Magetan dan Ngawi. Adapun ritual yang biasa dilakukan adalah dengan membawa sesaji Panggang, buceng, rokok dsb sebagai sarana sedekah untuk memohon agar niat nya terkabul, dilakukan pada hari Jum’at legi mulai ba’da subuh.

Tentang kebenaran akan keyakinan tersebut wallohualam bishawab.

Pihak Pemerintah Desa Biting sudah berupaya untuk melestarikan dan mengenalkan situs ini dengan memperbaiki akses jalan menuju Situs tersebut, dan setiap tiga bulan sekali mengadakan perawatan termasuk membersihkan sampah di areal lokasi tersebut. (kimbiting.com)

Batu Petilasan untuk menambatkan tali saat menggembala kuda rombongan Raden Batoro Katong
Penelusuran Jejak Sejarah Setono Pangonan

One Response to Mengenal situs sejarah “Setono Pangonan”

  1. Lilis Ernawati berkata:

    Alhamdulillah, tombo kangen, bisa nambah ilmu, untuk diceritakan ke anak cucu, agar mereka tak lupa asal usul.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *