Mengais rejeki ditengah Pandemi…

Pandemi Covid-19 sejak awal Bulan Maret hingga saat ini belum kunjung hilang, membawa dampak dimana-mana, baik sektor pelayanan publik, politik, budaya dsb. Disektor ekonomi pun tak kalah dampaknya. Banyak Perusahaan besar, kecil, menengah (UMKM.red) pun kena imbasnya. Namun ada berkah tersendiri yang dirasakan oleh seorang ibu rumah tangga ini, Sebut saja ibu Siti Mun (36 Th)……

Di saat kebutuhan ekonomi bertambah, sedangkan penghasilan terdampak kondisi pandemi, ibu Rumah Tangga yang berdomisili di Desa Biting ini, pada awalnya hanya coba-coba untuk mengisi waktu luang dan berusaha ikut mencari kesibukan yang berbuntut penghasilan, eee pada akhirnya menuai hasil yang manis, yang bisa untuk menopang kehidupan sehari-harinya…

Sebelum Pandemi Ibu Siti Mun ini berprofesi sebagai Dukun Pijat Bayi (Baby n kids spa), dan berjualan produk makanan secara online, namun karena dampak covid 19, maka untuk sementara waktu profesi baby spa ini ditutup untuk sementara waktu. Dan berawal dari situlah dia memulai memutar otak.. harus kerja apa biar jadi duit…

Awalnya coba-coba, dia memulai jual tanaman bunga dan buah, dijual secara online, dengan modal sekitar 1,5 Juta, dan memanfaatkan lahan di depan rumah orangtua (Wonogiri) memulai bisnis ini dengan kulakan dari teman kenalannya yang sekaligus membimbingnya. Berbagai jenis tanaman bunga seperti sakura, aglonema, bougenville, anggrek, vinca, dan bibit tanaman buah lainnya. Selain Stock juga menerima pesanan bibit bunga, karena keterbatasaan modal dan lahan, jadi menunggu pesanan dulu baru kulakan. Lambat laun dengan mengandalkan banyak teman secara online perkembangan bisnis ini mulai mendatangkan hasil.

Bahkan di awal Bulan Agustus 2020 bisnis ini seakan membooming, sehingga dalam waktu sebulan omzetnya pun semakin naik. dalam seminggu saja bisa menjual 50 hingga 100 batang. walaupun untung per batangnya hanya sekitar 3.000 sampai 7.000, namun ini sangat membantu pendapatan keluarga. “Alhamdulillah, kalo lagi rame ya lumayan dapat untuk tambahan beli sayur, selebihnya bisa menyisihkan untuk bersedekah dan ditabung” kata ibu Siti Mun sambil tersenyum.

“Kenapa harus malu jualan kembang, yang penting halal, dan sekaligus untuk mengisi waktu luang sekaligus bisa menyambung silaturrahmi dengan banyak orang..” lanjutnya.

Mudah-mudahan walaupun Pandemi sudah berlalu, bisnis ini tetap berjalan, dan diharapkan kegiatan ini bisa demi untuk menunjang perekonomian dan pemberdayaan di semua bidang……..(abuzoelfa)

awalnya hanya coba-coba, tapi akhirnya………

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *